Paus Francis : Apa Yang Saya Lakukan Setiap Malam Sebelum Tidur
Paus Francis mengungkapkan bahwa dia selalu berdoa lima kali 'Bapa Kami' sebelum tidur setiap malam, satu 'Bapa Kami' untuk masing-masing luka Yesus. "Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya kepada Anda," ucap Paus Francis kepada umat beriman dan peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus. "Pada malam hari, sebelum tidur, saya selalu berdoa doa ini singkat, ' Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat membuat saya menjadi murni kembali'. Dan saya berdoa lima 'Bapa kami,' satu untuk setiap luka Yesus, karena Yesus, kita telah dibersihkan oleh luka-lukanya."
"Jika saya bisa melakukan ini, maka Anda juga bisa, di rumah Anda, berkatalah kepada-Nya, 'Tuhan, bila Engkau mau, Engkau dapat membuat saya menjadi murni kembali' dan gambarkanlah luka Yesus, lalu katakan satu 'Bapa kami' untuk masing-masing luka itu. Yesus selalu mendengar kita," ujar Bapa Paus.
Orang yang sakit kusta dalam Injil "tidak hanya meminta untuk disembuhkan, tapi juga minta 'dibersihkan,' membuat badan dan batinnya menjadi sepenuhnya murni," jelas Paus Francis. "Memang, penyakit kusta dianggap semacam kutukan dari Allah. Si kusta harus menjauh dari semua orang. Ia tidak bisa masuk rumah ibadah atau tempat suci. Jauh dari Tuhan dan jauh dari orang-orang. Sangat menyedihkan sekali hidup sebagai orang-orang kusta dalam kehidupan ini."
Permohonan orang lepra itu mengajarkan kita bahwa ketika kita bertemu dengan Yesus, "kita tidak perlu untuk berbicara panjang lebar." Paus melanjutkan, "Cukup beberapa kata, asalkan kata-kata itu keluar dari keyakinan penuh pada kemahakuasaan-Nya dan kebaikan-Nya."
Yesus sangat tersentuh oleh iman dan kepercayaan orang ini. "Karena belas kasih, Yesus mengulurkan tangannya dan menyentuh dia, dan berkata kepadanya, 'Aku mau, jadilah murni' (Mrk 1:41). "Bertentangan dengan aturan dari hukum Musa, yang melarang siapa pun mendekati penyandang kusta" (lih Imamat 13: 45-46), Paus Francis menjelaskan, "Yesus malah membentang tangannya dan menyentuh dia."
"Seberapa sering kita benar-benar menerima orang miskin ketika ia datang kepada kita?," tanya Paus Francis. "Kita semua mungkin mempunyai sifat murah hati, kita juga mungkin memiliki rasa belas kasihan, tapi biasanya kita tidak mau menyentuhnya. Kita memberikan mereka uang, tapi biasanya kita melemparkannya disana, menghindari menyentuh tangannya. Dan kita lupa bahwa itu adalah tubuh Yesus. Yesus mengajarkan kita untuk tidak takut menyentuh orang-orang miskin dan terbuang, karena Dia ada di dalamnya."
Paus Francis kembali mengingatkan semua orang untuk memeriksa hati nurani mereka di akhir setiap hari sebelum tidur, berlutut di hadapan Allah dan berdoa, " Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat membuat saya menjadi murni." Aleteia/Jeves
Tidak ada komentar:
Posting Komentar