Pendaftaran Gratis - Klik di Banner

header niko 728 x 90

Senin, 30 Mei 2016

Harta Dunia

Harta yang kau miliki di dunia ini adalah titipan Tuhan untuk kau pergunakan secara baik dan benar. Ungkapan ini mungkin sering kita dengar namun belum sepenuhnya kita mengerti. Ibaratnya adalah kita diberi hadiah  sebuah ipad terbaru dari transaksi kita membeli rumah. tentu kita pakai dan kita rawat hadiah ipad itu. Namun karna satu dan lain hal terjadi kecelakaan dimana ipad itu jatuh dan rusak. Apakah yg akan kita lakukan? Pasti kita akan memperbaikinya dengan mencari tempat servis paling murah agar dapat digunakan kembali. Begitu kita tau biaya perbaikannya mahal, maka kita akan membayarnya dan sedikit menggerutu dalam hati, "ahh mahal banget biaya memperbaikinya!" Padahal kita tau pasti bahwa ipad itu adalah sebuah hadiah yg mana kita mendapatkannya bukan karna perjuangan kita namun karna memang sebuah hadiah (kita tidak sedang membahas teori ekonomi dengan analisa complimentary product sebagai bagian dari cost of product itself) artinya bahwa bila ipad itu memang hadiah, lalu rusak, maka daripada keluar uang untuk memperbaikinya dan menggerutu karna mahal, maka biarkan saja ipad itu. Bila dipikirkanpun asal ipad itu dari hadiah bukan? Dengan nilai perolehan NOL. Dengan pemahaman serupa, apa bedanya dengan harta duniawi yg dipercayakan oleh Tuhan yg ada dalam genggaman tangan kita saat ini? Bukankah semuanya itu semata pemberian dari padaNYA untuk kita? Disaat kita kembali ke rumah Tuhan, maka semua itu tidak satu apapun yg dapat kita bawa bukan? Mengapa jiwa kita harus begitu melekat dengan semua benda duniawi itu dan berlaku seolah olah kita akan hidup selama lamanya dengannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar