Pendaftaran Gratis - Klik di Banner

header niko 728 x 90

Kamis, 12 Mei 2016

Pergumulan Hidup

Musa memilih apa yang orang pikir adalah pilihan yang sangat tidak menarik. Suatu pilihan yang sangat kontras: kehidupan makmur dan menyenangkan sebagai seorang Mesir yang diadopsi atau kehidupan penuh tekanan dan ketidakpastian bersama saudaranya kaum Yahudi yang miskin dan diperbudak.

Namun ia telah menangkap penglihatan tentang Allah yang penuh kuasa mengenai masa depan kaumnya dan kebenaran-kebenaran kekal dibandingkan dengan kegemerlapan sementara di Mesir.

Dalam cara dan ukuran yang berbeda, kita juga harus membuat keputusan yang sama.

Akankah kita berpihak pada suatu budaya buruk yang membuat pilihan atas dasar perasaan, ego atau aturan mayoritas yang belum tentu benar? Atau akankah kita menganut kebenaran-kebenaran yang kekal dari Alkitab dan membiarkan kebenaran itu menjadi tapak kaki kita yang menuntun hidup dan perbuatan kita?

Sebuah perspektif yang kekal menolong kita untuk hidup benar selama kita berada di dunia.

"Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa." (Ibrani 11:24-25).

Selamat pagi sahabat, have a blessed Friday!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar