Pendaftaran Gratis - Klik di Banner

header niko 728 x 90

Selasa, 03 Mei 2016

Kejujuran Tidak Pernah Hancur



[[Tak ada seorang pun yang dapat tetap jaya oleh kejahatan; tapi orang yang jujur tetap kukuh, tak tergoyahkan.]] (Amsal 12:3—BIS)


Suatu kali Gus Dur pernah berkelakar, “Hanya tiga polisi yang jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Pak Hoegeng.” Pak Hoegeng yang dimaksud adalah Jendral Hoegeng Iman Santoso, Kapolri tahun 1968-1971. Pak Hoegeng dikenal sebagai sosok yang jujur dan berintegritas di tengah korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merajalela. Kejujuran dan integritas yang ternyata justru tidak disukai oleh penguasa waktu itu. Pak Hoegeng kehilangan jabatannya, tetapi kejujuran dan integritasnya dikenang masyarakat hingga kini.

“Tak ada seorang pun yang dapat tetap jaya oleh kejahatan; tapi orang yang jujur tetap kukuh, tak tergoyahkan” (Amsal 12:3—BIS). Amsal ini memberikan gambaran yang realistis tentang kehidupan. Ada orang yang bisa saja jaya atau berhasil karena  kejahatannya, tetapi ia tidak akan tetap jaya alias kejayaannya tidak akan berlangsung lama. Kejatuhan menanti di depan mata. Sebaliknya, orang yang jujur tetap kukuh, tak tergoyahkan. Kata “tetap kukuh” menunjukkan sebuah kualitas yang akan bertahan sepanjang masa.

Pilihan ada di tangan kita: jaya dengan kejahatan yang tidak akan berlangsung lama atau membayar harga untuk kejujuran sehingga dapat bertahan sepanjang masa.
Selamat pagi selamat berkarya Tuhan menyertai kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar